Logos for Jews not just a voice on the air, but a creative power and highly effective. Word is not just stating something, but implementing something.
With the Word was God created the universe (Genesis 1:2,6,9,11,14,20,24,26; Psalm 33:6,9 cf Colossians 1:16, where it is said that in Him (Jesus Christ), all things made, whether visible or invisible). This title is related to the existence of the pre-incarnate Jesus and His transcendence. "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. He was with God in the beginning. Through him all things were made; without him nothing was made that has been made." (John 1:1,3,14; cf 17:8).
In the Targum, which is a popular interpretation or paraphrases of the Old Testament, Logos called Dabar in Hebrew, which in Aramaic Targums called Memra. The Memra proceeds from God, and is His Messenger in Nature and History. In Psalm 33:6 also says "by the Word He made the universe." (By Yahweh's word, the heavens Were Made. - Webster)
In the language of the Peshitta, the Logos is called Miltha. Logos, in some parts of the NT is called rhema. Rhema is a "word" in Itself Considered, while the Logos is a spoken word, which is generally associated with what is in the minds of those who spoke.
Council of Nicea in 325 was not mentioned about Jesus as the Logos or Word, but Jesus called the Son, because the council wanted to affirm that He was not created but born. Not made of that does not exist, but are born of one substance with the Father. It is also to show that His sonship is not a metaphorical or adaptive, but real.
Showing posts with label Miltha. Show all posts
Showing posts with label Miltha. Show all posts
Monday, April 12, 2010
Thursday, October 30, 2008
Miltha, The Word
Analysis of Peshitta verse John 1:1
ܒ݁ܪܺܫܺܝܬ݂ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܘܗܽܘ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܠܘܳܬ݂ ܐܰܠܳܗܳܐ ܘܰܐܠܳܗܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܗܽܘ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܀
Translations
Dr. John Wesley Etheridge (Etheridge)
John 1:1 IN the beginning was the Word, [Meltho.] and the Word himself was with Aloha, and Aloha was the Word himself.
Dr. James Murdock (Murdock)
John 1:1 In the beginning, was the Word; and the Word was with God; and the Word was God.
King James Version (KJV)
John 1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
Peshitta Aramaic/English Interlinear New Testament
John 1:1 In the beginning was the Miltha and that Miltha was with God and God was that Miltha.
mlt` - ܡܠܬܐ
Dengan vokal ܡܶܠܬ݂ܳܐ, dibaca miltho (Syria Barat) atau miltha (Syria Timur), merupakan Noun (kata benda) mempunyai arti word, case, cause, matter. Dengan begitu, dalam Peshitta kata Firman (Miltha) dimengerti sebagai tidak hanya Firman (word), melainkan juga dapat dimengerti sebagai Cause (sebab, penyebab, alasan, maksud, perkara). Jika dikaitkan dengan Kol 1:16-17 maka Sang Firman adalah Penyebab utama dalam proses Penciptaan. Dan jika kita setia pada pemahaman bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, oleh Allah dan kepada Allah (Roma 11:36) maka sudah barang tentu Firman Allah ini dari Allah, oleh Allah dan kepada Allah. Firman itu dari Allah karena keluar dari “mulut” Allah (Yes 45:23), oleh Allah karena tidak ada yang berhak memberikan Firman kepada alam semesta dan segala isinya selain Allah karena Ia PenciptaNya (Mzm 33:9, Yes 44:24), dan kepada Allah karena Firman itu kembali kepada Allah setelah berhasil melaksanakan Kehendak Allah (Yes 55:11). Oleh karena itu Allah sama sekali tidak perlu pendamping dalam proses Penciptaan, tidak perlu sekutu dalam Penciptaan karena Allah Maha Kuasa, Maha Kuat, Maha Sempurna dan Maha segalanya. Allah tinggal berfirman, maka semuanya jadi (dan memang Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya (Kej 1:2), mengapa harus memerlukan Malaikat (meskipun itu Penghulu Malaikat) kalau hanya untuk menciptakan Manusia? Padahal kita manusia-lah yang akan menghakimi malaikat-malaikat (1 Kor 6:3). Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang-orang yang berpura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala (Kol 2:18-19). Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, ... , atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 8:38-39). Semua penulis kitab-kitab PB sepakat membedakan atau setidaknya tidak melihat adanya persamaan pribadi antara Yesus, guru dan Tuhan mereka, dengan sesosok malaikat pun (termasuk Mikhael, Gabriel, Raphael atau bahkan Satanael). Yesus adalah inkarnasi dari Sang Firman, yang telah keluar dari “mulut” Allah, sebagaimana kata Sang Guru dari Galilea tersebut, “... , sebab Aku keluar dan datang dari Allah ...” (Yoh 8:42) sebab Sang Firman itu telah menjadi manusia (Yoh 1:14).Firman itu juga telah kembali kepada Allah, dan akan datang kembali kelak untuk menghakimi bangsa-bangsa, karena Ia adalah Sang Penunggang Kuda Putih, Yang Setia dan Yang Benar, nama-Nya ialah “Firman Allah” (Why 19:11,13).
ܒ݁ܪܺܫܺܝܬ݂ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܘܗܽܘ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܠܘܳܬ݂ ܐܰܠܳܗܳܐ ܘܰܐܠܳܗܳܐ ܐܺܝܬ݂ܰܘܗ݈ܝ ܗ݈ܘܳܐ ܗܽܘ ܡܶܠܬ݂ܳܐ ܀
Translations
Dr. John Wesley Etheridge (Etheridge)
John 1:1 IN the beginning was the Word, [Meltho.] and the Word himself was with Aloha, and Aloha was the Word himself.
Dr. James Murdock (Murdock)
John 1:1 In the beginning, was the Word; and the Word was with God; and the Word was God.
King James Version (KJV)
John 1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
Peshitta Aramaic/English Interlinear New Testament
John 1:1 In the beginning was the Miltha and that Miltha was with God and God was that Miltha.
mlt` - ܡܠܬܐ
Dengan vokal ܡܶܠܬ݂ܳܐ, dibaca miltho (Syria Barat) atau miltha (Syria Timur), merupakan Noun (kata benda) mempunyai arti word, case, cause, matter. Dengan begitu, dalam Peshitta kata Firman (Miltha) dimengerti sebagai tidak hanya Firman (word), melainkan juga dapat dimengerti sebagai Cause (sebab, penyebab, alasan, maksud, perkara). Jika dikaitkan dengan Kol 1:16-17 maka Sang Firman adalah Penyebab utama dalam proses Penciptaan. Dan jika kita setia pada pemahaman bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, oleh Allah dan kepada Allah (Roma 11:36) maka sudah barang tentu Firman Allah ini dari Allah, oleh Allah dan kepada Allah. Firman itu dari Allah karena keluar dari “mulut” Allah (Yes 45:23), oleh Allah karena tidak ada yang berhak memberikan Firman kepada alam semesta dan segala isinya selain Allah karena Ia PenciptaNya (Mzm 33:9, Yes 44:24), dan kepada Allah karena Firman itu kembali kepada Allah setelah berhasil melaksanakan Kehendak Allah (Yes 55:11). Oleh karena itu Allah sama sekali tidak perlu pendamping dalam proses Penciptaan, tidak perlu sekutu dalam Penciptaan karena Allah Maha Kuasa, Maha Kuat, Maha Sempurna dan Maha segalanya. Allah tinggal berfirman, maka semuanya jadi (dan memang Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya (Kej 1:2), mengapa harus memerlukan Malaikat (meskipun itu Penghulu Malaikat) kalau hanya untuk menciptakan Manusia? Padahal kita manusia-lah yang akan menghakimi malaikat-malaikat (1 Kor 6:3). Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang-orang yang berpura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala (Kol 2:18-19). Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, ... , atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm 8:38-39). Semua penulis kitab-kitab PB sepakat membedakan atau setidaknya tidak melihat adanya persamaan pribadi antara Yesus, guru dan Tuhan mereka, dengan sesosok malaikat pun (termasuk Mikhael, Gabriel, Raphael atau bahkan Satanael). Yesus adalah inkarnasi dari Sang Firman, yang telah keluar dari “mulut” Allah, sebagaimana kata Sang Guru dari Galilea tersebut, “... , sebab Aku keluar dan datang dari Allah ...” (Yoh 8:42) sebab Sang Firman itu telah menjadi manusia (Yoh 1:14).Firman itu juga telah kembali kepada Allah, dan akan datang kembali kelak untuk menghakimi bangsa-bangsa, karena Ia adalah Sang Penunggang Kuda Putih, Yang Setia dan Yang Benar, nama-Nya ialah “Firman Allah” (Why 19:11,13).
Subscribe to:
Posts (Atom)
